Jambi, S24-Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) setelah kabar berpulangnya Pdt. Samsir Deli Sinaga tersebar di tengah jemaat, Minggu (10/5/2026). Sosok pendeta yang dikenal sederhana, penuh perhatian kepada jemaat, dan kuat dalam pelayanan itu meninggalkan kesedihan yang begitu terasa, khususnya bagi jemaat HKBP Jambi dan seluruh pelayan gereja yang pernah mengenalnya.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai jemaat HKBP di Indonesia. Banyak jemaat mengenang almarhum sebagai pelayan Tuhan yang tidak hanya berkhotbah di mimbar, tetapi juga hadir di tengah pergumulan umat.
Dalam berbagai kesaksian yang dibagikan jemaat, almarhum dikenal sebagai pribadi yang lembut, menguatkan, dan selalu menanamkan pengharapan melalui firman Tuhan.
Selama melayani sebagai Pendeta Fungsional HKBP Jambi periode 2018–2021, almarhum dinilai memberikan banyak pengaruh positif dalam kehidupan bergereja. Pelayanan beliau dikenang penuh dedikasi, terutama dalam mendampingi jemaat menghadapi masa-masa sulit.
Tidak sedikit jemaat yang merasa kehilangan figur rohani yang selama ini menjadi tempat penguatan iman dan penghiburan.
Salah satu ungkapan duka dari jemaat menyebutkan bahwa khotbah terakhir almarhum masih sangat membekas di hati mereka. Jemaat mengenang bagaimana beliau tetap melayani dan memberitakan firman Tuhan meski sedang dalam masa pemulihan kesehatan. Harapan jemaat agar beliau pulih ternyata harus berakhir dengan kabar duka yang menyayat hati.
“Godang hata si ingoton sadari i… nang jamita na menguatkan.” Banyak kata dan khotbah yang masih terus diingat sampai hari ini.
Suasana haru juga terasa di lingkungan pelayanan gereja. Para full timer, parhalado, sintua, hingga jemaat biasa menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian sosok pendeta yang dianggap telah menjadi bagian penting dalam perjalanan iman mereka.
Di media sosial, ucapan “Rest in Peace” dan doa penghiburan terus berdatangan. Manusia memang begitu. Saat seseorang masih ada, sering sibuk dengan urusan sendiri. Ketika pergi, barulah terasa betapa besar jejak yang ditinggalkan. Kadang hati manusia baru sadar setelah kursinya kosong.
Firman Tuhan dari Yohanes 11:25 turut menjadi penguatan bagi jemaat, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”
Keluarga besar HKBP percaya bahwa setiap pelayanan, kasih, dan pengorbanan almarhum selama hidup tidak akan pernah sia-sia. Nama dan keteladanan beliau akan terus hidup dalam ingatan jemaat serta menjadi warisan iman bagi generasi berikutnya.


.jpg)
.jpg)
.jpg)



0Komentar