Merangin, S24-
Skandal dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh salah seorang oknum mantan Petinggi Damkar Merangin mulai menguap. Tidak sedikit dari mereka menjadi korban praktik pungutan. Meski telah menyetor uang puluhan juta rupiah, namun janji lolos seleksi tanpa tes hanyalah modus.

Modus menggerogoti uang para peserta calon pekerjaan honor di Damkar Merangin tahun 2025 lalu, tetapi tidak dipekerjaan sesau perkataan awal yang diduga kuat melakukan memungut sejumlah uang terhadap calon tenaga honorer baru yang akan bekerja.

Berdasarkan informasi yang diterima bahwa para warga masyarakat yang berkeinginan kerja  di Damkar Merangin terlebih dahulu menyiapkan uang senilai Rp. 25.000.000 (dua puluh lima juta Rupiah) dengan modus akan meloloskan para peserta seleksi tanpa tes dengan syarat menyetorkan pelicin. 

Setelah berbincang langsung dengan mantan petinggi Damkar Merangin  (A) di Lahan Sawitnya tidak berapa jauh dari jembatan Sungai Jernih jalan ke Dusun Mekar Jaya. Tentunya sumber D ini terbius tanpa pikir panjang,  bagaimanapun caranya uang senilai Rp 25 juta itu secepatnya harus di setorkan ke eks Kadis Petinggi Damkar Merangin ucap (D) pada Minggu (3/4/2026).

Pria inisila (D) itu kembali menjelaskan,  tanggal penyerahan Rp. 25 juta dana pelicin itu kurang ingat yang jelas pada bulan Juni tahun 2025 lalu  dirinya menyerahkan langsung ke (A) uang senilai Rp 25 juta sebagai pelicin untuk memuluskan seleksi  kerja damkar lolos tanpa tes,  waktu itu di saksikan 2 salah satunya pekerja kebun. 

Masih terdengar lantang ucapan (A) kata (D) setelah pelicin Rp. 25 Juta di terimanya "Kalau tidak bulan (9) maka bulan 10 tahun 2025  kau sudah bisa bekerja ucap (D) menirukan ucapan eks Kadis Damkar Merangin itu. 

Tak terasa lama waktu berputar, bulan 10 yang dijanjikan eks Kadis Damkar sudah berjalan beberapa hari namum kabar baik yang di tunggu dari eks Kadis tak kunjung datang. 

Takut menunggu lama karena harapan itu adalah kabar baik dan bisa langsung kerja di Damkar, saat ditanyai ulang eks Kadis berkemungkinan bulan (11)  jika tidak mungkin bulan (12) akhir tahun 2025 lalu, dengan hati penulis rasa kecewa mau tidak mau harus di tunggu kata (D). 

Habis bulan berganti tahun, bagaikan janji pergi ke bulan,  tidak ada kabar baik maupun kabar buruk yang di terima, bahkan 4 orang peserta seleksi pada bulan dan tahun yang sama telah mengenakkan baju dinas kerja Damkar Merangin. 

Tidak ingin berlarut-larut, pada Bulan Februari tahun 2026 ini pria inisial (D) kembali mendatangi pondok kebun menanyakan tentang uang pelicin seperti yang dijanjikan lolos seleksi tanpa tes. 

Senilai Rp. 25 juta rupiah tersebut yang katanya bisa langsung kerja namun kenyataan yang diimpikan jauh panggang dari api,  pria inisial (D) terpaksa menelan kekecewaan.
 
Ketika ditanyakan (A) terkesan mengelak kalau uang yang diterima dari inisial (D) itu di nikmati ramai-ramai. 

"Tunggu aku sudah jual, uang itu memakannya ramai-ramai aku sendiri yang ganti kata (A) sambil tertawa,  akan kuganti sebelum puasa ini ucap oknum petinggi Damkar (A) . 

Puasa kemarin telah berlalu, (A) kembali mengingkari janjinya itulah cermin pelayanan publik Merangin, tidak seharusnya menghindari apalagi menutup tali komunikasi via Whatsapp dengan pria inisial (D) yang mana terakhir melayangkan pesan Whatsapp pada tanggal 19/03 lalu kata (D). 

Smentara  mantan petinggi damkar Merangin yang dilantik Bupati H. Alharis pada Senin (18/11/2019) lalu kini kembali dilantik lagi oleh Bupati Merangin H M. Syukur pada tanggal  (01/09/2025) sebagai petinggi disalah satu Dinas di Kabupaten Mernagin.

Namun track record yang ditinggal di damkar Merangin sulit dilupakan bahkan kekecewaan mendalam bagi  korban. 

Ketika dikonfirmasi langsung, oknum petinggi terbut di ruang kerjanya yang baru (A) mengakui hal tersebut, dan akan menggantikan kerugian korban namun setelah ditunggu hampir lebih 2 bulan uang tersebut belum dikembalikan sepenuhnya.

"Ya akan saya ganti. Uang tersebut dimakan sama-sama, bagi inilah bagi itulah bagi Kabidlah kata mantan petinggi damkar tersebut. Namun pada (13/5/2026) wartawan kembali mengkonfirmasi   namun ia kembali pasang janji lagi, tunggu sebentar lagi ya setelah saya mendapatkan fee proyek yang senilai 1,2 M ini singkat A saat di ruang kerjanya yang baru. 

Hingga berita ini dinaikkan, pihak korban masih menunggu itikad baik dari mantan Petinggi Damkar Merangin untuk mengembalikan uang yang telah disotorkan nya tahun lalu. (S24-By)