Samosir, S24- Aktivis senior Togu Simorangkir mengajak masyarakat yang kritis terhadap kerusakan lingkungan pada tanggal 23 Mei Pukul 18.00 WIB adakan Nobar Film Dokumenter PESTA BABI di Hall nya The Village yang mampu menampung 200 orang (lesehan) dan gratis.

Film ini merupakan kritik tajam terhadap isu sosial-ekologi di Papua Selatan (terutama wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi). 

Isu yang diangkat meliputi:
- Proyek Strategi Nasional (PSN); Fokus pada pembukaan lahan skala besar untuk industri tebu, bioetanol, dan lumbung pangan (food estate).

- Masyarakat Adat; Perjuangan suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu yang kehilangan ruang hidup dan hutan adat akibat ekspansi industri.

- Dampak Lingkungan; Kerusakan ekosistem hutan tropis yang dikonversi menjadi perkebunan monokultur.

- Kehadiran Militer;  Menyoroti keterlibatan aparat dalam mengawal proyek-proyek besar tersebut di tanah Papua.

Sebelum pemutaran film, kita akan minum tusor bersama. Bagi yang punya tuak dari kampungnya yang enak, silahkan dibawa ya. Nanti tambulnya ada lele goreng ARTERI. ARTERIans juga akan jualan makanan bagi yang ingin makan malam seperti pecel lele, mie gomak, dll. 

Pemantik diskusi film ini adalah Tumpak Winmark Hutabarat atau dikenal dengan Siparjalang. Siparjalang pernah beraktivitas di Papua. Jadi dia punya gambaran bagiamana Papua dan Masyarakat Adat nya karena sudah melihat langsung. Samahita akan membantu perangkat untuk Nobar film yang bisa mengundang air mata. 

Acara diskusi akan dimoderatori Ratna Zai , Manager Operasional Togu Simorangkir Initiative. 

Silahkan daftarkan diri kalian untuk reservasi tempat ke 0822-8863-9442.

Dan setelah acara, kita akan kumpulkan sumbangan sukarela bagi pengungsi Papua yang akan kita berikan ke Indonesia Baru untuk diteruskan ke pihak yang berkompeten. 

Mau bawa tambul sendiri juga boleh ya. Bagi aparat TNI yang ingin bergabung, yuuu kita saksikan bersama film yang didalamnya ada institusi kalian. 

Untuk warga Siantar Simalungun, yuu merapat. Kita berdiskusi dan tusor bersama. Mohon di share ya agar semakin banyak orang mendapatkan edukasi tentang lingkungan hidup. Agar menjadi pelajaran untuk Bonapasogit kita. 

Google map : The Village Silulu
(17 Kilometer dari Kota Siantar; masuk dari Jalan Asahan Km. 13/Simpang Serapuh)
#PestaBabi
#PapuaBukanTanahKosong
#BosLebay