Medan, S24- Sumatera Utara kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu daerah yang melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. Dua nama yang menjadi perhatian di cabang olahraga wushu sanda adalah Fereddy Sinaga dan Samuel Marbun. 

Keduanya sama-sama memperkuat Sumatera Utara di ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024 dan berhasil membawa pulang medali emas. Setelah itu, perjalanan mereka berlanjut ke panggung internasional dengan memperkuat Timnas Wushu Indonesia.

Meski sama-sama berasal dari Sumatera Utara, keduanya memiliki perjalanan dan kelas pertandingan yang berbeda.

Fereddy Sinaga, Emas PON hingga Perunggu Asian Games 2026

Fereddy Sinaga merupakan salah satu pewushu sanda muda asal Sumatera Utara yang berhasil menembus persaingan tingkat Asia.

Namanya mulai mendapat perhatian besar ketika tampil pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. Saat itu, Fereddy yang memperkuat kontingen Sumatera Utara bertanding di nomor sanda putra kelas 52 kilogram.

Pada final yang berlangsung di GOR Disporasu, Deli Serdang, 15 September 2024, Fereddy menghadapi atlet Aceh, Khairil Walidi. Pertandingan berakhir setelah Khairil tidak dapat melanjutkan laga pada ronde pertama, sehingga Fereddy dinyatakan sebagai pemenang dan meraih medali emas.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu kontribusi penting bagi Sumatera Utara. Dalam klasemen akhir cabang wushu PON XXI, Sumut mengoleksi tujuh medali emas, empat perak dan satu perunggu. Tiga emas dari nomor sanda disumbangkan Fereddy Sinaga, Samuel Marbun dan Harry Brahmana.

Perjalanan Fereddy kemudian berlanjut ke panggung yang lebih tinggi. Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Fereddy tampil untuk Indonesia di nomor sanda putra kelas 56 kilogram. Ia berhasil melaju hingga semifinal sebelum menghadapi atlet Vietnam, Dinh Van Tam.

Dalam pertandingan semifinal di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, 23 September 2026, Fereddy kalah dengan skor 0-2. Karena semifinal merupakan perebutan tempat menuju final dan dua atlet yang kalah memperoleh medali perunggu, Fereddy pun memastikan medali perunggu Asian Games 2026 untuk Indonesia.

Capaian tersebut menjadi peningkatan penting dalam karier Fereddy. Dari emas PON di kelas 52 kg, ia kemudian mampu bersaing di kelas 56 kg pada ajang olahraga terbesar di Asia.

Fereddy juga tercatat sebagai atlet asal Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di daerah mampu menghasilkan atlet yang kemudian bersaing di tingkat internasional.

Samuel Marbun, Jawara Sanda Kelas 65 Kilogram

Jika Fereddy bersinar di kelas 56 kg, Samuel Marbun merupakan salah satu andalan Indonesia di nomor sanda putra kelas 65 kilogram. Samuel berasal dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, dan lahir pada 4 Oktober 1998. Namanya sudah dikenal di pentas olahraga internasional sebelum PON XXI 2024.

Pada Asian Games Hangzhou 2022, yang pelaksanaannya berlangsung pada 2023, Samuel tampil di nomor sanda 65 kg putra. Ia berhasil melaju hingga final setelah mengalahkan atlet Filipina Clemente Tabugara Jr pada semifinal dengan skor 2-0.

Di partai final, Samuel menghadapi atlet Iran Afshin Salimi Toupghara. Ia akhirnya kalah 0-2 dan membawa pulang medali perak Asian Games. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam kariernya pada debut Asian Games.

Tidak berhenti di situ, Samuel juga menjadi bagian dari Timnas Indonesia pada SEA Games 2023 Kamboja dan meraih medali perak di nomor sanda putra 65 kg. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kemudian memberikan apresiasi kepada Samuel atas prestasinya di Asian Games dan SEA Games.

Emas PON XXI 2024 untuk Sumatera Utara

Bermain di hadapan pendukung sendiri pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, Samuel berhasil memenuhi target meraih medali emas. Samuel turun di kelas 65 kg putra dan menghadapi atlet Sumatera Utara lainnya, Akbar Rizky Dwi Putra, pada final.

Samuel memenangkan ronde pertama setelah dua kali membuat lawannya keluar dari arena. Pada jeda menuju ronde kedua, Akbar mengalami masalah pada kakinya dan akhirnya tidak dapat melanjutkan pertandingan.

Samuel pun dinyatakan sebagai pemenang dan berhak atas medali emas. Hasil tersebut sekaligus memperbaiki pencapaiannya di PON XX Papua, ketika ia meraih medali perak.

Dengan demikian, data PON XXI menunjukkan bahwa Fereddy Sinaga meraih emas kelas 52 kg, sedangkan Samuel Marbun meraih emas kelas 65 kg.

Samuel Marbun, Emas SEA Games 2025

Prestasi Samuel semakin lengkap setelah ia kembali memperkuat Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand. Samuel tampil di nomor sanda putra kelas 65 kilogram dan berhasil meraih medali emas. Prestasi tersebut melanjutkan perjalanan positifnya setelah sebelumnya meraih perak pada SEA Games 2023 dan Asian Games Hangzhou 2022.

Dengan capaian tersebut, Samuel berhasil mengubah warna medali yang sebelumnya perak menjadi emas di pentas SEA Games.

Dua Atlet, Dua Kelas, Satu Kebanggaan Sumatera Utara

Fereddy Sinaga dan Samuel Marbun memperlihatkan dua perjalanan berbeda dalam dunia wushu sanda.
Fereddy mencatat prestasi penting melalui emas PON XXI 2024 kelas 52 kg dan kemudian perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 kelas 56 kg.

Sementara Samuel memiliki rekam jejak internasional lebih panjang dengan perak Asian Games Hangzhou 2022 kelas 65 kg, perak SEA Games 2023, emas PON XXI 2024 kelas 65 kg, hingga emas SEA Games 2025.

Keduanya sama-sama menjadi bukti bahwa Sumatera Utara memiliki atlet wushu sanda yang mampu bersaing di level nasional, Asia Tenggara dan Asia.

Prestasi mereka juga tidak lahir secara instan. Perjalanan menuju podium membutuhkan latihan panjang, disiplin, pembinaan, pengorbanan serta kemampuan menjaga kondisi fisik dan mental ketika menghadapi lawan dari berbagai negara.

Harapan untuk Wushu Sumatera Utara

Keberhasilan Fereddy Sinaga dan Samuel Marbun diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Sumatera Utara untuk menekuni olahraga prestasi. Wushu bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga membutuhkan kecepatan, teknik, kekuatan, strategi dan mental bertanding. 

Prestasi kedua atlet tersebut menunjukkan bahwa atlet dari daerah dapat menembus persaingan nasional bahkan menjadi bagian dari kekuatan Indonesia di pentas internasional.

Bagi Sumatera Utara, keberhasilan Fereddy dan Samuel merupakan bagian dari perjalanan panjang pembinaan olahraga daerah.

Fereddy Sinaga dan Samuel Marbun kini bukan sekadar nama di arena wushu sanda. Keduanya telah menjadi bagian dari cerita prestasi olahraga Sumatera Utara dan Indonesia di panggung internasional. (S24-red/tam/BS)