![]() |
| Foto kenangan Kamaruddin Hendra Simanjuntak. (IST) |
Jambi, S24-"Sedih sekali dapat telpon pagi ni, Senin (19/10/2026) dari Jakarta. Selamat jalan lah menuju keabadian ya ito naburju, begitu banyak pengorbananmu kepada keluarga kami,Tuhan lah yang menguatkan, menopang serta menghibur keluarga yang ditinggalkan. Selesai sudah tugas mu ito Kamaruddin Hendra Simanjuntak di dunia ini,tenang lah bersama bapa di Sorga,"tulis Roslin Emika Br Simanjuntak, tantenya almarhum Jhosua Hutabarat.
Kepergian Kamaruddin Hendra Simanjuntak menyisakan duka bagi keluarga, sahabat, dan rekan sejawat. Di balik sosok pengacara yang dikenal berani dan tegas, tersimpan kisah persahabatan, pengorbanan, serta perjalanan panjang memperjuangkan keadilan yang akan terus dikenang orang-orang yang pernah berjalan bersamanya.
Kabar duka tentang berpulangnya Kamaruddin Hendra Simanjuntak pada Senin, 19 Oktober 2026, menurut informasi yang disampaikan dalam kesaksian para sahabatnya, menghadirkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.
Ucapan belasungkawa yang beredar menggambarkan kehilangan bukan hanya terhadap seorang rekan sejawat di dunia hukum, melainkan juga terhadap seorang sahabat yang telah berbagi suka, duka, perjuangan, dan perjalanan hidup.
Bagi mereka yang pernah bekerja bersamanya, Kamaruddin bukan sekadar sosok pengacara. Ia dikenang sebagai pribadi yang berani menghadapi tantangan, tegas dalam pendirian, serta memiliki semangat untuk memperjuangkan keadilan di tengah berbagai kesulitan.
Kesaksian orang-orang terdekatnya memperlihatkan sisi lain dari perjalanan tersebut, sosok manusia yang bisa berbeda pendapat, berselisih, tertawa bersama, bahkan menangis ketika menghadapi beratnya persoalan hidup. Kenangan-kenangan itulah yang kini menjadi bagian penting dari kisah kepergiannya.
Persahabatan yang Ditempa oleh Perjuangan
Salah satu kesaksian yang paling menyentuh datang dari Poltak Parningotan Silitonga. Dalam ungkapan dukanya, ia mengenang Kamaruddin sebagai sahabat seperjuangan yang telah melalui banyak pengalaman bersama, terutama dalam pekerjaan dan upaya menegakkan hukum.
Hubungan mereka, menurut kisah Poltak, tidak selalu berjalan mulus. Perbedaan pandangan, perselisihan, hingga saat-saat ketika keduanya memilih diam menjadi bagian dari perjalanan persahabatan mereka. Namun, perbedaan itu tidak menghapus ikatan yang telah terbangun.
Mereka pernah menghadapi persoalan klien, mengalami kekecewaan, dan berusaha menjaga semangat di tengah situasi yang tidak selalu mudah. Dalam sejumlah kesempatan, Kamaruddin disebut memilih menenangkan sahabatnya ketika emosi mulai memuncak.
Kenangan sederhana semacam itu kini terasa jauh lebih berharga. Di balik pekerjaan yang menuntut ketegasan dan keberanian, tumbuh persahabatan yang dibangun melalui kepercayaan, pengertian, dan pengalaman bersama.
Bagi Poltak, kehilangan Kamaruddin bukan perkara mudah. Ia mengenang sahabatnya melalui cerita-cerita yang tersimpan dalam ingatan, mulai dari percakapan panjang, canda dan tawa, hingga perjalanan malam yang penuh risiko.
Keberanian Menghadapi Risiko
Dalam kesaksiannya, Poltak juga menceritakan pengalaman ketika mereka menghadapi situasi berbahaya, termasuk berhadapan dengan orang-orang bersenjata. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari gambaran tentang perjalanan yang mereka lalui ketika menjalankan pekerjaan.
Ada pula kisah perjalanan menggunakan mobil pada malam hingga dini hari. Poltak mengenang bagaimana mereka bergantian menyetir, menghadapi jalanan yang sepi, dan mengalami kejadian yang membuatnya ketakutan ketika mobil hampir menyerempet sebuah truk.
Di tengah situasi tersebut, Kamaruddin disebut pernah menenangkannya dengan keyakinan bahwa Tuhan akan melindungi mereka.
Bagi Poltak, kenangan itu bukan sekadar cerita perjalanan. Ia menjadi gambaran tentang bagaimana keduanya menghadapi ketidakpastian, menguatkan satu sama lain, dan melanjutkan langkah meskipun risiko terkadang berada di depan mata.
Keberanian Kamaruddin, sebagaimana dikenang sahabatnya, tidak hanya melekat pada citranya sebagai seorang pengacara. Keberanian itu juga hadir dalam pengalaman-pengalaman pribadi yang memperlihatkan bagaimana ia menghadapi situasi sulit bersama orang-orang di sekitarnya.
Dikenang sebagai Rekan Sejawat Pejuang Keadilan
Ungkapan duka juga disampaikan Gokma Sagala, yang mengenang Kamaruddin sebagai rekan sejawat dalam perjuangan menegakkan keadilan.
Dalam pesannya, Gokma menyoroti tantangan yang dihadapi dalam memperjuangkan keadilan di Indonesia. Ia menggambarkan Kamaruddin sebagai sosok yang menghadapi berbagai tantangan dengan keberanian dan ketegasan.
Bagi rekan-rekan seprofesinya, pengabdian di bidang hukum tidak selalu berlangsung dalam keadaan mudah. Perjalanan tersebut menuntut keteguhan sikap, kesabaran, dan kesediaan menghadapi perbedaan kepentingan.
Dalam konteks itulah, nama Kamaruddin memperoleh tempat tersendiri dalam kenangan orang-orang yang pernah bekerja dan berjuang bersamanya.
Gokma menyampaikan penghormatan terakhir dengan ungkapan, “Selamat jalan ke Yerusalem Baru,” sebuah pesan perpisahan yang mencerminkan pengharapan iman Kristen tentang kehidupan setelah kematian.
Ucapan tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan dari rekan sejawat yang melihat kepergian Kamaruddin sebagai akhir perjalanan hidup di dunia, tetapi bukan akhir dari kenangan dan nilai-nilai yang ditinggalkannya.
Pengorbanan untuk Keluarga, Kebaikan yang Tak Terlupakan
Duka mendalam juga disampaikan Roslin Emika Br Simanjuntak, yang menyebut Kamaruddin sebagai ito na burju, ungkapan dalam budaya Batak yang menggambarkan saudara yang baik dan penuh perhatian.
Dalam pesannya, Roslin mengenang besarnya pengorbanan Kamaruddin bagi keluarga mereka. Ia mengungkapkan kesedihan setelah menerima kabar duka dari Jakarta pada pagi hari.
Kesaksiannya menyoroti sisi kemanusiaan Kamaruddin yang mungkin tidak selalu terlihat di ruang sidang atau dalam pemberitaan tentang dunia hukum. Di lingkungan keluarga, ia dikenang melalui pengorbanan, perhatian, dan kontribusi yang meninggalkan kesan mendalam.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kehilangan seseorang yang memiliki peran penting dalam kehidupan mereka tidak dapat diukur hanya melalui kata-kata. Ada pertolongan yang pernah diberikan, kebersamaan yang telah dilalui, dan kenangan yang akan terus hidup meskipun orang yang dicintai telah tiada.
Roslin pun menyampaikan doa agar Tuhan memberikan kekuatan, menopang, dan menghibur keluarga yang sedang berduka.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa warisan seseorang tidak hanya ditentukan oleh profesi, jabatan, atau pengakuan publik. Kebaikan yang diberikan kepada keluarga dan orang-orang terdekat juga menjadi bagian penting dari makna sebuah kehidupan.
Ketika Kenangan Menjadi Cara untuk Melepaskan
Dalam ungkapan dukanya, Poltak menuliskan kembali berbagai pengalaman yang pernah dilalui bersama Kamaruddin. Ia menyebut bahwa sebagian kenangan tersebut sengaja dituangkan dalam tulisan sebagai cara untuk meluapkan kesedihan yang sulit diungkapkan secara langsung.
Kehilangan seorang sahabat dekat kerap menghadirkan kembali potongan-potongan masa lalu. Percakapan yang dahulu terasa biasa, candaan yang pernah mengundang tawa, hingga perselisihan kecil yang sempat menimbulkan diam, kini berubah menjadi kenangan yang ingin dipertahankan.
Bagi Poltak, mengingat Kamaruddin berarti mengingat perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama. Ada kebahagiaan, kekecewaan, ketegangan, keberanian, dan pengalaman yang membentuk persahabatan mereka.
Kesedihan itu juga disertai kesadaran bahwa setiap perjalanan manusia memiliki batas. Sekalipun kepergian sahabatnya meninggalkan ruang kosong yang sulit diisi, Poltak menyatakan tekad untuk melanjutkan perjuangan menegakkan hukum.
Ia berharap keluarga dan seluruh orang yang mencintai Kamaruddin memperoleh kekuatan serta ketabahan untuk menerima kepergiannya.
Warisan yang Melampaui Kehadiran Fisik
Kepergian Kamaruddin Hendra Simanjuntak menyisakan pertanyaan tentang bagaimana orang-orang yang ditinggalkan akan meneruskan nilai-nilai yang selama ini mereka kenang darinya.
![]() |
Bagi keluarga, warisan itu hadir dalam bentuk pengorbanan dan kebaikan yang telah mereka rasakan. Bagi sahabat, warisan itu tersimpan dalam kesetiaan, keberanian, serta perjalanan panjang yang telah dilalui bersama. Sementara bagi rekan sejawat, kenangan tentang perjuangan hukum menjadi bagian dari penghormatan terhadap pengabdiannya.
Poltak menyampaikan keyakinan bahwa perjuangan menegakkan hukum harus tetap dilanjutkan meskipun Kamaruddin telah berpulang. Pesan tersebut menempatkan kehilangan bukan semata-mata sebagai akhir, melainkan juga sebagai pengingat bagi mereka yang masih melanjutkan perjalanan.
Pada akhirnya, kehidupan seseorang tidak hanya dikenang melalui perkara-perkara yang pernah ditangani atau keberanian yang pernah ditunjukkan. Ia juga hidup dalam cerita orang-orang yang pernah ditolongnya, keluarga yang pernah merasakan pengorbanannya, serta sahabat yang masih mengingat tawanya.
Kamaruddin Hendra Simanjuntak kini dikenang melalui kesaksian-kesaksian yang datang dari lingkaran kehidupannya. Dari keluarga hingga rekan seperjuangan, pesan yang muncul memiliki benang merah yang sama: rasa kehilangan, penghormatan, dan harapan agar kebaikan serta semangat memperjuangkan keadilan yang mereka kenang tidak berhenti bersama kepergiannya.
Dalam iman yang menjadi pegangan orang-orang terdekatnya, perpisahan ini diiringi doa agar Tuhan memberikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Selamat jalan, Kamaruddin Hendra Simanjuntak. Jejak kebaikan, persahabatan, dan perjuangan yang telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang akan tetap hidup dalam kenangan mereka yang pernah berjalan bersamamu.
"Turut Berdukacita Rekan Sejawat Pejuang Keadilan, namamu telah banyak dikenang oleh masyarakat Indonesia, banyak tantangan dalam memperjuangkan Keadilan di Negara ini, tapi semua terlalui oleh keberanian dan ketegasan. Selamat Jalan ke Yerusalem Baru. Salam dan Hormat Untuk mu Rekan,"ucap Gokma Sagala.
"Selamat jalan sahabatku Kamaruddin Simanjuntak PH Israel Pendekar Hukum pembela kebenaran sosok Pengacara pemberani idola Masyarakat Indonesia. Tadi pagi subuh kau telah meninggalkan kami, untuk bertemu dengan Tuhan Mu. Tenanglah bersama Bapak Disorga sahabatku. Sakitmu telah sembuh sahabatku yang baik," ucap Poltak Parningotan Silitonga. (S24-AsenkLeeSaragih)






0Komentar