Foto IST

Di Balik Penutupan Pos Retribusi Air Panas Doulu: Mengurai Konflik dan Tata Kelola Wisata

Keributan Pengelola Retribusi di Air Panas Doulu Jadi Alarm Tata Kelola Wisata Karo

KARO, S24 – Insiden keributan yang melibatkan pengelola pos retribusi di kawasan wisata Pemandian Air Panas Doulu dan Semangat Gunung menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Karo. Peristiwa yang terjadi pada Senin (1/6/2026) itu tidak hanya mengganggu kenyamanan wisatawan, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai tata kelola retribusi dan pengelolaan destinasi wisata yang selama ini menjadi salah satu andalan sektor pariwisata daerah.

Sebagai respons cepat atas situasi tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo memutuskan menutup sementara seluruh aktivitas pemungutan retribusi wisata di kawasan Air Panas Doulu dan Semangat Gunung. Kebijakan itu diambil setelah pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mencegah eskalasi konflik sekaligus menjaga citra pariwisata Kabupaten Karo.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo, Juni Antomi Kemit, mengatakan keputusan tersebut merupakan langkah sementara sambil pemerintah melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan retribusi yang berlaku di kawasan wisata tersebut.

“Menindaklanjuti insiden yang terjadi pada hari Senin lalu, kami telah berkoordinasi dengan pimpinan dan instansi terkait. Hasil koordinasi tersebut memutuskan untuk menutup sementara pengutipan retribusi wisata di kawasan Semangat Gunung dan Doulu sambil menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Wisatawan Sempat Merasa Tidak Nyaman

Keributan yang terjadi di area pintu masuk wisata sempat menjadi perhatian para pengunjung. Beberapa wisatawan mengaku merasa tidak nyaman menyaksikan perselisihan yang terjadi di tengah aktivitas wisata.

Meski tidak sampai menyebabkan penghentian operasional objek wisata, insiden tersebut dinilai berpotensi menciptakan kesan negatif bagi wisatawan yang datang dari berbagai daerah untuk menikmati pemandian air panas alami yang menjadi ikon wisata Kabupaten Karo.

Dalam industri pariwisata, aspek keamanan dan kenyamanan merupakan faktor utama yang menentukan tingkat kepuasan pengunjung. Karena itu, gangguan sekecil apa pun yang terjadi di kawasan wisata dapat berdampak terhadap persepsi publik dan memengaruhi minat kunjungan wisatawan di masa mendatang.

Di balik insiden tersebut, sejumlah pengamat menilai peristiwa itu seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola retribusi wisata.

Konflik yang muncul antara pengelola pos retribusi pertama dan kedua menunjukkan adanya persoalan yang lebih kompleks dibanding sekadar perselisihan di lapangan. Persoalan tersebut bisa berkaitan dengan pembagian kewenangan, mekanisme pemungutan, pengelolaan pendapatan, hingga koordinasi antar pihak yang terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata.

Apabila tidak ditangani secara sistematis, konflik serupa berpotensi kembali terjadi dan dapat mengganggu stabilitas sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

Penutupan sementara pos retribusi menjadi langkah strategis untuk meredam situasi sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah melakukan penataan ulang sistem yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan.

Wisata Tetap Berjalan Normal

Meski aktivitas pemungutan retribusi dihentikan sementara, Pemerintah Kabupaten Karo memastikan kawasan wisata Air Panas Doulu dan Semangat Gunung tetap dibuka untuk umum.

Seluruh fasilitas wisata masih dapat dinikmati oleh masyarakat tanpa adanya pembatasan aktivitas. Pemerintah juga menjamin kondisi keamanan tetap terkendali sehingga wisatawan tidak perlu khawatir untuk berkunjung.

Menurut Juni Antomi Kemit, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata sekaligus memastikan pengalaman wisata yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

“Kami meminta maaf kepada seluruh pengunjung yang merasa kurang nyaman akibat insiden yang terjadi. Ke depan, kami akan terus melakukan pembenahan dan perbaikan dalam pengelolaan sektor pariwisata agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Menjaga Reputasi Destinasi Unggulan

Air Panas Doulu dan Semangat Gunung selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Karo. Keberadaan sumber air panas alami yang berada di kaki Gunung Sibayak menjadikan kawasan tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Karena itu, menjaga reputasi destinasi menjadi hal yang sangat penting. Persaingan antar daerah dalam menarik kunjungan wisatawan semakin ketat, sehingga faktor profesionalisme pengelolaan menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Langkah evaluasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karo diharapkan tidak hanya menyelesaikan konflik yang terjadi saat ini, tetapi juga menghasilkan sistem pengelolaan yang lebih transparan, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar serta pemerintah daerah.

Insiden keributan di kawasan Air Panas Doulu pada akhirnya menjadi pengingat bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam yang dimiliki suatu daerah, tetapi juga oleh kualitas tata kelola yang mampu menjamin keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan para wisatawan.(S24-Red)